• Jl. Tentara Pelajar No. 1 A
  • (0251) 8312760; (0813 8909 1091 WA chat only)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Pengadaan
    • Standar Operasional Prosedur (SOP)
      • SOP Subbagian Tata Usaha
      • SOP Tim Kerja Program dan Evaluasi
      • SOP Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Buletin Hasil penelitian
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
    • Layanan Publik
    • Layanan Internal
Thumb
2820 dilihat       07 Mei 2026

Pertanian Modern Model PM-AAS : Transformasi Pertanian Intensif Berbasis Teknologi

Bogor — Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian terus mendorong pengembangan inovasi pertanian modern melalui penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System). Sistem ini merupakan model pertanian intensif berbasis teknologi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, presisi, serta pengelolaan budidaya secara terpadu guna meningkatkan produktivitas dan mendukung modernisasi pertanian nasional.

PM-AAS dirancang dengan prinsip utama tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya, mekanisasi pertanian, implementasi berbasis korporasi skala luas, intensifikasi produksi, serta penerapan teknologi spesifik lokasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh tahapan budidaya sejak awal musim tanam sehingga potensi hasil dapat dicapai secara maksimal.

Dalam penerapannya, PM-AAS menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan pola tanam rapat model 4:1 dan 6:1. Sistem ini memanfaatkan alat mekanisasi seperti direct seeder (pneumatic) maupun drum seeder dari pipa paralon (2 HOK/ha) sehingga proses tanam menjadi lebih cepat, efisien, dan seragam. Melalui pola tanam tersebut, tanaman mampu menghasilkan anakan produktif yang tinggi sekaligus memiliki ketahanan rebah yang lebih baik dengan penggunaan varietas unggul seperti Cakrabuana dan Inpari 47.

Selain pengaturan populasi tanaman, keberhasilan PM-AAS juga didukung oleh penerapan manajemen air cerdas melalui metode Alternate Wetting and Drying (AWD). Sistem ini menggunakan paralon berlubang sebagai alat observasi tinggi muka air sehingga pengairan dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Metode AWD tidak hanya membantu memperkuat perakaran dan batang tanaman, tetapi juga mampu menekan perkembangan hama secara alami serta mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan sistem genangan terus-menerus.

 

Teknis budidaya PM-AAS juga memperhatikan fase-fase penting pertumbuhan tanaman mulai dari fase vegetatif, reproduktif, hingga pemasakan. Pengelolaan pemupukan, pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan aplikasi pestisida dilakukan secara tepat waktu sesuai kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan. Pendekatan presisi ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Hasil penerapan PM-AAS menunjukkan capaian yang sangat menjanjikan. Percobaan PM-AAS menggunakan varietas Inpago 12 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mampu menghasilkan produktivitas hingga 9,4–10,5 ton per hektare. Selain meningkatkan hasil produksi, sistem ini juga memberikan keuntungan ekonomi dengan nilai B/C Ratio lebih dari 2, yang berarti keuntungan usaha tani dapat mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan modal yang dikeluarkan. Penggunaan mekanisasi seperti drone dan combine harvester juga terbukti mampu menekan biaya tenaga kerja secara signifikan.

Melalui inovasi PM-AAS, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pertanian modern yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi pertanian yang maju dan presisi.

Prev Next

- BRMP Agroklimat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Mengenal Perekayasaan Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Upaya Mewujudkan Modernisasi Pertanian
    24 Jul 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Siaga Menghadapi Kekeringan: Mengintip Prediksi di Pulau Jawa
    14 Jul 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Evaluasi Laporan Tengah Tahun Anggaran 2026 BRMP Agroklimat
    14 Jul 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Mentan Amran Tingkatkan Produktivitas Pertanian Merauke Lewat PM AAS
    06 Jul 2026 - By BRMP Agroklimat
  • Thumb
    Pendampingan Program Strategis Perkuat Percepatan Tanam dan Swasembada Pangan
    03 Jul 2026 - By BRMP Agroklimat

tags

BRMP PM-AAS

Kontak

(0251) 8312760; (0813 8909 1091 WA chat only)
(0251) 8323909
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No. 1 A
Kel. Menteng, Kec. Bogor Barat
Kota Bogor - Jawa Barat
Indonesia 16111

Website: agroklimat.brmp.pertanian.go.id

© 2024 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian. All Right Reserved